Abu Tours Dilaporkan ke Ombusdman Swasta DIY

Patricia Vicka • 05 Maret 2018 18:13 WIB

Kantor Abu Tours, Tegal Rejo, Yogyakarta, DI Yogyakarta. Foto: Medcom.id/Patricia Vicka Yogyakarta: Ratusan warga Yogyakarta melaporkan biro umrah Abu Tours ke Lembaga Ombusdman Swasta (LOS) DI Yogyakarta (DIY). Mereka mengaku ditelantarkan biro umrah walau sudah membayar sejumlah uang perjalanan.

Wakil Ketua Bidang Pembinaan dan Pengembangan Usaha Swasta LOS DIY, Fuad, mengaku sudah menerima aduan dari belasan warga pekan lalu. Mereka mewakili ratusan jemaah Biro Abu Tour yang belum diberangkatkan.

“Mereka bercerita sudah bayar lunas paket umrah ke Abu Tours. Seharusnya berangkat Januari- Februari 2018. Tapi sampai sekarang belum ada kepastian kapan akan berangkat,” ujar Fuad pada Medcom.id di Kantornya di Jalan Tentara Pelajar, Pingit Kota Yogyakarta, Senin 5 Maret 2018.

Berdasarkan keterangan warga, sekitar 400 jemaah Abu Tours di Yogyakarta belum diberangkatkan. Jemaah meminta Ombudsman memfasilitasi mereka untuk berkomunikasi dengan manajemen Abu Tours.

“Mereka seharusnya berangkat Januari – Desember 2019 ini,” kata Fuad.

Ikhwan Jati Gunawan, salah seorang calon jemaah umrah, melapor ke LOS DIY mengatakan dirinya terus berusaha mencari kepastian keberangkatan. Sayangnya komunikasi terputus sejak awal tahun 2018.

Ia sudah mencoba menyambangi kantor Abu Tours yang beralamat di Jalan Magelang. Kricak, Tegal Rejo, Yogyakarta. Tak ada satupun karyawan dan management Abu Tours di lokasi.

“Saya dapat info karyawannya semua sudah diberhentikan. Kantor sudah ga beroperational sejak, 5 Februari 2018,” ujar Ikhwan.

Ia bahkan sampai mendatangi kantor pusat Abu Tours di Jakarta. Sayangnya dia harus menelan kekecewaan dua kali. Di kantor pusat, tak ada satupun pihak manajemen perusahaan yang bisa dimintai tanggung jawab. Hanya ada dua orang petugas dan sebuah pengumuman dari manajemen.

“Kami kini berharap pada LOS DIY untuk bisa memfasiitasi kami untuk bertemu langsung dengan maangement Abu Tours,” ujar pria yang tinggal di Sleman ini.

Ikhwan mengaku kenal biro ini pada 2017. Ia dan keluarga tergiur harga umrah murah yang ditawarkan Abu Tours. Lantas, ia segera membeli dan melunasi paket umrah untuk lima orang.

“Waktu itu mereka sedang launching di Mall. Lalu saya beli paket umrah dan disepakati berangkat Februari 2018. Satu orang hanay bayar Rp16 juta,” tutur pria yang berprofesi sebagai wiraswasta ini.

Namun hingga kini ia dan keluarga belum mendapatkan kejelasan dan kepastian keberangkatan. Ia dan ratusan korban Biro Abu Tours lainnya akan terus memperjuangkan nasib mereka.

Sumber

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *