Berdalih Makan Bakmi

Tiga Pejabat Bantul Penuhi Panggilan LOD DIJ

JOGJA – Tga pejabat Pemkab Bantul yang tersandung kasus Skandal Inspektorat memenuhi panggilan Lembaga Ombudsman Daerah (LOD) DIJ, kemarin (18/2). Pemanggilan ini sebagai klarifikasi terhadap dugaan keterlibatan mereka dalam proses penggalangan dukungan pasangan bakal calon bupati-wakil bupati Bantul Kardono-Ibnu Kadarmanto di Kantor Inspektorat Bantul.

Kedatangan tiga pejabat Bantul itu, yakni Wakil Bupati Sumarno, Assekda III Bedjo Utomo, dan inspektur Subandrio didampingi beberapa staf dari Pemkab Bantul. Sesaat setelah berada di dalam ruangan, mereka menyampaikan keberatan jika klarifikasi kepada LOD DIJ dihadiri oleh wartawan.

Padahal sebelumnya pihak LOD DIJ telah mengizinkan para wartawan ikut serta dalam klarifikasi tersebut. Atas permintaan tiga pejabat itu, akhirnya klarifikasi yang dilakukan di Ruang Pertemuan LOD DIJ berlangsung tertutup bagi media.

Usai klarifikasi pun, ketiga pejabat itu enggan berkomentar banyak menanggapi pertanyaan wartawan yang sudah menunggu hampir dua jam.

“Saya kebetulan waktu itu ada di sana (Kantor Inspektorat, Red). Kan mampir tidak apa-apa? Karena waktu itu saya mau ke pengajian di Pajangan,” aku Sumarno.

Ketika ditanya lebih lanjut mengenai kegiatan entry data pendukung Kardono-Ibnu, Sumarno hanya menjawab pendek, “Itu bukan urusan saya.”

Ketua LOD DIJ Muhammad Hasyim mengatakan, klarifikasi kemarin, Sumarno membantah terlibat dalam kegiatan penggalangan dukungan tersebut. Kepada LOD, Sumarno juga menceritakan kronologisnya keberadaannya di Kantor Inspektorat.

Sumarno mengaku, pada Minggu (31/1), dia bermaksud pergi ke Pajangan. Saat melewati kantor Inspektorat, dia melihat ada mobil Subandrio parkir di halaman kantor tersebut. Sumarno lalu menyempatkan diri mampir.

Ketika masuk ke kantor dan bertemu Subandrio, ia ditawari bakmi. Sumarno mengaku tak tahu menahu jika saat itu tengah berlangsung kegiatan entry data pendukung pasangan Kardono-Ibnu. “Kalau saja waktu itu tahu ada kegiatan tersebut, beliau mengatakan malah tak akan mampir ke kantor Inspektorat,” tutur Hasyim menceritakan alasan Sumarno berada di kantor Inspektorat.

Sumarno, lanjut Hasyim, juga membantah masuk ke aula kantor Inspektorat di mana kegiatan entry data itu berlangsung. Sumarno menegaskan saat itu hanya berada di ruangan lain bersama Subandrio menikmati bakmi yang telah disediakan.

Alasan Assekda III Bedjo Utomo berada di kantro Inspektorat pun hampir sama. Bedjo mengaku, ia datang ke kantor Inspektorat karena ditelepon oleh Subandrio yang mengajak makan bakmi bersama. Setelah menerima telepon, Bedjo pun langsung berangkat ke kantor Inspektorat.

Bedjo juga membantah sebelumnya mengetahui kegiatan entry data yang dilakukan pendukung pasangan Kardono-Ibnu. Bedjo baru tahu setelah di sampai di kantor Inspektorat.

Sementara Subandrio mengaku, dia berada di kantornya karena akan mengecek kegiatan tim sukses Kardono-Ibnu. Itu dilakukan untuk memastikan bahwa Senin, ruangan yang dipinjam tim Kardono-Ibnu sudah harus bersih dari kegiatan yang dilakukan sejak Sabtu (30/1). Subandrio beralasan, selama ini aula kantor Inspektorat sering dipinjamkan untuk kepentingan masyarakat. Dengan syarat, kegiatan tersebut dilakukan di luar jam kantor.

Subandrio juga sempat ditanya mengapa bukan stafnya yang mengecek, dan apakah saat mengecek itu dia melihat ada PNS terlibat dalam kegiatan entry data itu? Subandrio beralasan, selama ini dia selalu turun langsung ke lapangan untuk pengecekan kegiatan. Soal kemungkinan ada PNS yang terlibat, ia mengaku tak memperhatikan.

“Selam ini, perizinan penggunaan fasilitas pemerintah di Bantul diakui mereka tak begitu ketat jika itu untuk kepentingan masyarakat. Tadi juga sempat saya tanyakan apakah fasilitas pemerintah boleh digunakan untuk kepentingan pilkada? Dan karena saat ini belum ada yang secara resmi terdaftar sebagai cabup-cawabup, jadi ya peminjaman oleh pasangan Kardono-Ibnu itu masih dianggap sebagai peminjaman yang dilakukan masyarakat pada umumnya,” imbuh Hasyim mengutip jawaban Subandrio.

Berbeda dengan Hasyim, Wakil Ketua LOD DIJ Bagus Sarwono mengatakan, meski Kardono belum terdaftar di KPUD Bantul sebagai pasangan cabup-cawabup, kegiatan entry data sudah mengarah pada kepentingan politik. Untuk itu, pihaknya akan mempelajari dan menindaklanjuti lebih jauh masalah tersebut.

Setelah mendengar penjelasan ketiga pejabat Bantul, LOD DIJ akan melakukan koordinasi dengan beberapa pihak terkait. Diantaranya dengan pelapor Agus Sumartono untuk mengetahui apakah alasan ketiga pejabat tersebut dirasa ada yang ganjil atau tidak.

Selain itu, LOD DIJ juga akan melakukan koordinasi dengan panitia pengawas Pilkada Bantul mengenai kegiatan entry data serta temuan adanya beberapa SKPD yang terlibat dalam kegiatan itu. (nis)

Sumber: Radar Jogja, Jumat 19 Februari 2010 Halaman 23 Kolom 1

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *