Buletin LOD DIY ed.4 2011

Pendidikan dalam Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dimaknai sebagai usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.

Realitas yang terjadi selama ini, pendidikan masih sering menjadi problem utama masyarakat karena kebijakan pemerintah terkadang belum mampu berpihak pada masyarakat kecil. Pendidikan yang saat ini sudah menjadi bagian dari kebutuhan pokok belum bisa terpenuhi secara proporsional. Hal itu terbukti dengan adanya persoalan diberbagai tempat yang berkaitan dengan pendidikan. Permasalahan yang sering muncul lagi-lagi terkait biaya sekolah. Mengenai pembiayaan ini, sebenarnya pemerintah bekerja sama dengan sekolah menawarkan berbagai macam jalan keluar. Mulai dari BOS, KMS (khusus warga Kota Yogyakarta), Retrival dan berbagai program beasiswa untuk siswa miskin. Akan tetapi berbagai program tersebut belum mampu mengcover seluruh kebutuhan siswa yang ada di Provinsi DIY ini.

Permasalahan ketidakmampuan dalam membayar iuran sekolah bisa mempunyai efek domino bagi siswa. Siswa yang tidak mampu membayar lunas biaya sekolah hingga lulus ditahan ijazahnya. Kebijakan semacam ini sudah sering dilakukan oleh sekolah-sekolah di Provinsi DIY. Siswa yang ditahan ijazahnya merasa dirugikan karena tidak tidak bisa menggunakan ijazah tersebut untuk meneruskan pendidikan yang lebih tinggi atau bekerja.

Lembaga Ombudsman Daerah Provinsi DIY (LOD DIY) sebagai lembaga pengawasan pelayanan publik sering menerima pengaduan terkait penahanan ijazah. Dalam klarifikasi yang pernah dilakukan dengan pihak sekolah mereka mengaku melakukan itu supaya siswa mempunyai tanggung jawab untuk melakukan pembayaran sehingga tunggakan sekolah tidak semakin besar. Pihak sekolah khawatir jika siswa tidak membayar tersebut diluluskan tanpa syarat apapun maka akan diikuti oleh banyak siswa lain dan akhirnya sekolah yang dirugikan. Penahanan ijazah diduga merupakan satu-satunya cara yang dinilai sekolah efektif untuk memaksa siswa melakukan kewajibannya.

Selengkapnya

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *