Buletin LOD DIY ed.6 2010

Tanah adalah isu paling krusial dalam peradaban manusia. Di negeri ini, tanah memiliki kedudukan yang maha luhur. Kita bahkan diperkenalkan dengan simbol kebudayaan dalam bentuk upacara-upacara adat yang menyebar di segenap pelosok nusantara sebagai perangkat nilai untuk menghormati eksistensi tanah. Interaksi antara manusia dan tanah air seperti ini telah mempolakan sesuatu hubungan yang unik. Di mata publik kebanyakan, ekspresi pengendalian Tanah bahkan ditabukan untuk mengelolanya dalam fungsi private atau ekonomis semata.

Apalagi, ia dikelola dalam bentuk eksploitasi berlebihan terhadap sumber daya dan kekayaan yang terkandung didalamnya. dengan demikian tanah di mata publik atau rakyat kebanyakan telah dimaknai sebagai barang publik.  Karakteristik ini dibaca oleh banyak pemikir sosial sebagai collective goods (Sargeson, Sally, 2002; Beeson, Mark, 2002, Desai, Meghnad & Kaul, Inge, 1999).

Menjadi logis, sebuah bangunan negara republiken meletakkan rekognisi dari keterikatan panjang pola penguasaan tanah yang telah mentradisi dan melembaga ini dalam satuan politik.

Selengkapnya

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *