Bupati Bantul Kecewa Masih Muncul Tambak Udang Baru

Salah satu lokasi tambak udang yang ada di sebelah timur Pantai Depok, Bantul. Meskipun sudah dilarang Bupati, tetapi masih ada petambak yang nekad membuat tambak baru lagi.

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL – Bupati Bantul Sri Surya Widati telah memberikan surat edaran terkait larangan pembuatan tambak udang baru di pesisir pantai selatan di Bumi Projotamansari ini. Namun nyatanya, pemerintah masih saja kecolongan karena hingga kini justru ada saja warga yang membuat tambak udang baru.

Wisnutomo (65), Ketua RT 63 Dusun Ngepet, Desa Srigading, Kecamatan Sanden, Kabupaten Bantul mengatakan, di pesisir Pantai Samas, ada satu petambak udang yang nekad membuat tambak baru lagi. Saat ini, kolam untuk tambak telah selesai dibangun dan sudah diberi plastik di dasarnya.

Selanjutnya, kolam tinggal diberi asbes secara berjajar di kolam sehingga siap untuk digunakan. Wisnu menjelaskan, pembangunan tambak baru itu sudah berjalan sekitar 10 hari ini.

“Saya tidak tahu kok membangun lagi padahal sudah ditolak warga,” ungkap Wisnu pada Tribun Jogja, Rabu (11/6/2014).

Menurut Wisnu, tanah yang digunakan oleh petambak ada yang milik Sultan dan ada pula yang milik warga. Untuk petambak yang menyewa tanah warga, kontraknya masih lima tahun lagi terhitung semenjak tahun 2014.

“Saya engga tahu kalau akhir tahun 2014 sudah engga boleh ada tambak. Yang jelas sewa tanah ke warga masih ada yang selesai lima tahun lagi,” tambahnya.

Secara terpisah Ida, sapaan akrab Bupati mengaku kaget dengan adanya petambak yang nekad membuat tambak baru. Pasalnya, ia sudah membuat surat edaran dan juga mengadakan perjanjian dengan petambak.

Ida juga sangat kecewa dengan petambak udang yang nekad menerabas gumuk pasir milik Bantul yang merupakan satu-satunya di Asia. Ia akan segera memanggil Lurah dan pihak-pihak terkait untuk menyelesaikan masalah ini.

Bila belum terlanjur, Ida mengaku akan menutup tambak udang yang berani menerabas gumuk pasir di sebelah timur Pantai Depok. “Lurah kan harusnya juga aktif memantau. Akan segera saya panggil. Lagi pula para petambak itu juga sudah berjanji dan mau untuk tidak membuat tambak baru lagi. Kok ini malah ada,” ujar Ida kecewa.

Terkait penggunaan Sultan Ground, Ida juga tak menampik jika ada petani yang menggunakan lahan tersebut. Namun tanaman milik petani tidak menimbulkan kerusakan lingkungan seperti halnya yang diakibatkan tambak udang.

Sumber

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *