DESA DAN TIM 9 MEMBANTAH – Diminta Setor Rp 100 Juta, Peserta Seleksi Pamong ‘Wadul’ Dewan

Jumat, 30 Desember 2016 / 19:45 WIB Editor : Agus Sigit

Ilustrasi

BANTUL (KRjogja.com) – Proses seleksi pamong desa disejumlah wilayah di Bantul tidak semua berjalan mulus. Tidak jarang momentum tersebut dimanfaatkan sebagai ajang transaksi jabatan yang berujung aksi suap. Meski begitu ada juga daerah yang bisa berlangsung mulus.

Sementara Komisi A DPRD Bantul hingga kini terus memperdalam dalam menggali informasi terkait aduan adanya dugaan pelanggaran seleksi pamong desa di Kabupaten Bantul. Termasuk dugaan pungutan yang ditujukan kepada peserta seleksi pamong di salah satu desa di Bantul. Tidak tanggung-tanggung nilai mencapai Rp 100 juta. Munculnya jumlah nominal setelah diungkapkan seorang peserta seleksi yang ditemui usai audiensi dengan Komisi A DPRD Bantul, Jumat (30/12) siang.

Sumber itu menjelaskan, permintaan dana segar itu disampaikan langsung ketika calon peserta seleksi bertemu dengan kepala desa dan ketua tim sembilan. Waktu itu kepala desa menyebut nominal Rp100 juta. Sementara dari ketua tim sembilan nominalnya lebih tinggi, meski besarannya tidak disampaikan.

“Waktu ngomongnya ketika teman saya ketemu langsung,” ujar sumber itu. Karena tidak lekas memberikan jawaban, untuk meyakinkan dalam pertemuan itu juga disampaikan jika calon peserta formasi lain siap memberikan mobil senilai Rp150 juta, dan rumah Rp250 juta. Tidak hanya itu, pertemuan dengan Komisi A DPRD Bantul juga mengupas terkait mal administrasi. Karena untuk mengetahui nilai ujian seleksi, peserta mesti menghadap kepala desa. “Bahkan sampai sekarang ini saya belum tahu nilai sama sekali,” jelasnya.

Merujuk permasalahan itu, pihaknya bersama peserta seleksi pamong lain berkoordinasi untuk membawa persoalan seleksi pamong itu ke Pengadilan Tata Usaha Negeri (PTUN). Selain peserta seleksi pamong desa di Desa Bantul itu, Komisi A juga sudah mengundang perwakilan warga Desa Sidomulyo, Bambanglipuro untuk dimintai klarifikasi.

Sebagaimana diketahui, posisi pamong Desa Bantul yang akan diisi lewat ujian seleksi yakni Kasi Pelayanan, Sekretaris Desa atau carik, Kasi Kesejahteraan, dan Kaur Perencanaan. Dari empat formasi, ada 34 pendaftar dan tahapan seleksi sudah dilakukan 19-20 November 2016.

Sementara Wakil Ketua Komisi A DPRD Bantul Suwandi mengungkapkan, total ada 12 aduan masuk terkait seleksi pamong desa dengan persoalan beragam. Aduan berasal dari enam desa yakni Tirtomulyo Kretek, Desa Bantul dan Trirenggo Kecamatan Bantul, Desa Temuwuh Dlingo, Desa Srigading dan Gadingsari Kecamatan Sanden. Mengenai dugaan pungutan di Desa Bantul, pihaknya sebelumnya telah memanggil kepala desa dan tim sembilan. “Kenyataannya yang disampaikan dengan yang ada di lapangan berbeda,” jelasnya.

Hasil klarifikasi dari kepala desa dan tim sembilan kompak semua membantah adanya pungutan. Bahkan mereka tidak gentar dan siap dipertemukan pihak yang menyebarkan adanya pungutan itu. Dengan fakta itu, Suwandi akan memanggil kembali dan rencananya dipertemukan antara kepala desa, tim sembilan dengan peserta seleksi. Selain ke DPRD Bantul dugaan pelanggaran proses pengisian pamong tersebut juga diadukan ke Lembaga Ombudsman DIY. (Roy)

Sumber

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *