Hotel Amaris dan Investigasi LO, Mendidik Warga dan Akan Dilaporkan ke Sultan

Sep 22, 2015 | rizal sj

Elanto Wijoyono (kanan) hadir saat pengungkapan hasil investigasi maladministrasi Hotel Amaris di Jalan Pajeksan nomor 16 Jogja sebagai pelapor di Kantor Lembaga Ombudsman Jogja, Senin (21/9/2015)/ Sorotjogja – Rizal

Jogja, (sorotjogja.com) – Pelapor kasus perobohan bangunan warisan budaya (BWB) Tjan Bian Thiong yang kini menjadi Hotel Amaris di Jalan Pajeksan nomor 16 Jogja, Elanto Wijoyono mengaku lega dan berterima kasih kepada Lembaga Ombudsman (LO) Yogyakarta yang telah melakukan investigasi atas laporan yang ia layangkan pada akhir tahun 2014 lalu.

Elanto Wijoyono menjelaskan bahwa hasil investigasi ini sangat berharga bagi warga Jogja, terutama yang bermukim di sekitar BWB Tjan Bian Thiong. Ia mengatakan bahwa perobohan BWB Tjan Bian Thiong merupakan bentuk pelanggaran terhadap hak-hak masyarakat.

“Saya sebagai wakil dari masyarakat ucapkan terima kasih kepada LO Yogyakarta. Perobohan BWB merupakan pelanggaran terhadap adanya hak-hak masyarakat Jogja yang ada pada bangunan bersejarah tersebut. Hasil investigasi ini juga berharga buat masyarakat untuk melanjutkan langkah ke tahap berikutnya supaya pemerintah bertanggung jawab terhadap kelalaiannya memelihara BWB,” jelas Elanto, Selasa (22/9/2015).

Sementara itu Ketua LO Yogyakarta, Sutrisnowati mengungkapkan bahwa kasus ini membuka mata masyarakat Yogyakarta bahwa BWB, walaupun sudah dilindungi undang-undang tetap rawan mengalami kerusakan bahkan sampai perobohan yang disebabkan kelalaian pemerintah. Ia berharap masyarakat tak tinggal diam jika ada kasus serupa yang menimpa BWB lain.

“Investigasi ini kita tuntaskan supaya hal serupa tidak terjadi pada BWB lain. Sudah merupakan tanggung jawab kita bersama untuk menjadikan Jogja sebagai kota yang memiliki sejarah, bukan sebagai kota sejarah. Kami harap masyarakat sadar bahwa BWB juga rentan terhadap kelalaian,” pungkas Wati.

Lebih jauh, LO Yogyakarta mengatakan bahwa laporan hasil investigasi harus diketahui oleh Gubernur Yogyakarta dan Walikota Jogja karena keduanya bertanggung jawab dalam komitmen menjaga BWB sesuai dengan Undang-Undang nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya Pasal 66 Ayat 1.

“Laporan hasil investigasi ini utamanya akan kita lanjutkan kepada Sri Sultan Hamengku Buwono X sebagai Gubernur Yogyakarta dan Haryadi Suyuti sebagai Walikota Jogja. Kami serahkan juga kepada Pemerintah Kota Jogja yang mengeluarkan perizinan dan Elanto Wijoyono sebagai pelapor kasus ini. Tiga pihak pertama harus mengetahui hal ini karena mereka sudah berkomitmen bertanggung jawab menjaga BWB lewat undang-undang,” ujar Imam Santoso selaku Penanggung Jawab LO Yogyakarta terhadap kasus ini, Selasa (22/9/2015) pagi.

Sumber

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *