Jemaah Abu Tours Yogyakarta Kumpulkan Bukti Laporan ke Polisi

Patricia Vicka • Minggu, 25 Mar 2018 18:58 WIB

Calon Peserta Umrah Abu Tours, Ihwan Jati di Yogyakarta , Minggu, 25 Maret 2018. Foto: Medcom.id/Patricia Vicka

Yogyakarta: Calon jemaah akan melaporkan Biro Umrah Amanah Bersama Umat (Abu) Tours cabang Yogyakarta ke kepolisian. Pelaporan dilakukan dalam waktu dekat secara kolektif jika tak ada itikad baik dari manajemen Abu Tours.

Perwakilan jemaah Abu Tours cabang Yogyakarta, Ihwan Jati Gunawan memprediksi lebih dari 150 jemaah di Yogyakarta yang belum diberangkatkan Abu Tours. Pihaknya tengah mengumpulkan bukti-bukti kuat dari para klien Abu Tours, seperti surat-surat dan bukti pembayaran jemaah.

“Saya sedang kumpulkan kuitansi, lalu bukti SMS atau Whatsapp dan surat-surat dari pemasaran Abu Tours. Sementara sekarang sudah terkumpul sekitar 20an kuitansi dari para peserta umrah,” kata Ihwan di Yogyakarta, Minggu, 25 Maret 2018.

Calon jemaah sepakat melaporkan permasalahan ini secara kolektif agar mempermudah proses hukum. Apalagi, kasus dugaan penipuan Abu Tours juga menimpa klien di sejumlah daerah lain.

Pihaknya masih terus berkordinasi dengan jemaah Abu Tours di daerah lain seperti Jakarta dan Jawa Tengah. Sebab, jemaah Abu Tours Yogyakarta belum dapat memastikan akan melapor ke mana.

“Kami belum memutuskan akan melapor ke Polda DIY atau ke Mabes Polri atau Polda Metro Jaya. Karena kami sekarang masih diskusikan dengan jemaah Abu Tours di wilayah lain,” kata pria asal Sleman ini.

Namun, Ihwan menegaskan jemaah Abu Tours Yogyakarta masih memberi waktu manajemen untuk menyelesaikan permasalahan. Laporan akan dilakukan jika penyelesaian dana calon jemaah menemui jalan buntu.

“Sebagian besar jemaah minta uang dikembalikan. Sudah disampaikan ke management Abu Tours. Kami masih sabar menunggu solusi dan bantuan dari Ombudsman. Kalau tidak ada itikad baik dari manajemen, baru ada tindakan lapor ke polisi,” pungkasnya.

Manajemen Abu Tours terkesan lepas tangan dengan nasib para kliennya di Yogyakarta. Awal Januari 2018, Manajemen menunda keberangkatan ratusan jemaah.

Bukannya memberangkatkan, kantor cabang Yogyakarta malah berhenti beroperasi dan ditutup pada Februari 2018. Jemaah yang bingungpun melaporkan dan meminta bantuan Lembaga Ombudsman Swasta (LOS) DIY untuk menyelesaikan masalah ini.

Saat ini seluruh penyelesaian konflik diambil alih manajemen Abu Tours cabang Semarang.

(SUR)

Sumber

Leave a Reply