KAI Bersihkan Stasiun Wates dari Pedagang Kios

19 Feb 2014

Stasiun Kereta (Foto: Aktual.co/Muhammad Dasuki)

Jakarta, Aktual.co — PT Kereta Api Indonesia meminta pedagang di Kawasan Stasiun Wates Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, memberi batas waktu dua hari untuk mengosongkan kios tempat jualan.

Manager Aset PT KAI Daop 6 DIY Suyanto mengatakan, mulai hari ini (Rabu) hingga Kamis (20/2) sebanyak 11 kios yang ditempati pedagang harus dikosongkan.

“Kami sudah lama memberitahu rencana pembongkaran dan pemindahan ini sejak 18 Januari 2014, tapi kami memberi perpanjangan waktu untuk mencari tempat sementara berjualan. Hari ini eksekusinya,” kata Suyanto saat memantau pembongkaran kios di Stasiun Wates, di Kulon Progo, Rabu (19/2).

Ia mengatakan pihaknya telah memberi sejumlah uang kepada pedagang untuk memindahkan barangnya. Dalam penataan Stasiun Wates, pedagang akan dibuatkan kios di sisi timur. Sebanyak 12 kios akan selesai dua bulan kedepan.

“Kami akan membuat 12 kios di sisi timur. Nantinya, kios ini dikhususkan untuk mereka yang terkena dampak penggusaran ini. Terkait pedagang buah depan Stasiun Wates menjadi tanggung jawab pemerintah karena mereka sewa lahan kepada pemkab,” kata dia.

Selain itu, pedagang sudah sepakat untuk dipindah sehingga kegiatan pembongkaran ini tidak ada perlawanan atau penolakan oleh mereka. Stasiun Wates akan ditata supaya memiliki ciri khusus dan menjual hasil produk asli Kulon Progo.

“Jangan sampai Stasiun Wates ini terkenal kumuh dan tidak terawat. Penataan ini juga bertujuan mempercantik Stasiun Wates dan mempromosikan Kulon Progo,” katanya.

Terkait rencana penataan sebelah utara Stasiun Wates baru akan diajukan pada tahun anggaran selanjutnya. “Saat ini belum ada rencana penataan di sebelah utara,” kata dia.

Salah satu pedagang Stasiun Wates Didik Purwanto mengatakan pedagang menyetujui pembongkaran ini. Sebab, pihak Daop VI DIY menjamin akan memberikan tempat berjualan kembali.

“Dua bulan ini, kami sementara waktu tidak berjualan. Pemkab Kulon Progo sendiri atas penggusuran ini belum ada solusi karena batas waktu pengosongan dua hari,” kata dia. (Ant) Ismed Eka Kusuma

Sumber

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *