Kios Depan Stasiun Wates Mulai Dibongkar

20 Februari 2014

KULONPROGO, suaramerdeka.com Kios-kios di depan Stasiun Wates mulai dibongkar untuk dilakukan penataan, Rabu (19/2). Para pedagang yang masih menempati kios diberi batas waktu hingga Kamis (20/2) siang untuk melakukan pengosongan.

Manager Aset PT KAI Daop VI Yogyakarta, Suyanto mengatakan, pembongkaran kios yang dilakukan hari ini baru untuk kios kios yang memang sudah kosong tidak ditempati. Para pedagang yang masih menempati sejumlah kios di depan stasiun harus sudah mengosongkan kios hingga Kamis (20/2)”.

Hari ini sampai besok siang sudah harus kosong, kemudian akan dibongkar semua, ada sekitar 12 kios dan satu rumah (rumah kosong di kawasan stasiun). Sudah kami bicarakan dengan para pedagang, permasalahan beres, tidak ada masalah,” katanya, Rabu (19/2).

Nantinya, lanjut Suyanto, para pedagang akan dibuatkan kios di sisi timur halaman stasiun. Namun pembangunan 12-15 unit kios ini memerlukan waktu sekitar dua bulan. Untuk proses pengosongan kios yang akan dibongkar sendiri manajemen PT KAI telah memberikan uang bongkar kepada para pedagang pada Januari lalu.

“Dalam penataan ini Stasiun Wates mau dibuat ciri khas, jangan sampai kumuh. Sehingga pedagang juga bisa jual yang khas dari Kulonprogo,” imbuhnya.

Meski sepakat untuk mengosongkan kios, sebagian pedagang merasa keberatan bila tidak ada tempat sementara untuk berdagang. Tanpa ada tempat sementara, mereka tidak bisa berjualan, padahal kios baru yang akan dibangun baru selesai dua bulan lagi.

“Saya cari makannya cuma dari sini, kalau suruh puasa dua bulan ya berat. Harapan saya sementara Pemkab kasih tempat di luar stasiun sampai ini jadi,” kata salah satu pedagang, Utami Budi Wiharti (35).

Pedagang lainnya, Didik Purwanto mengatakan, pedagang menerima dilakukannya penataan Stasiun Wates. Solusi akan dibangunkan kios di sisi timur untuk mengakomodir para pedagang, menurutnya bisa diterima daripada tidak ada solusi yang diberikan.

“Tapi tentu kemampuan kami pedagang berbeda-beda, ada juga yang berat kalau harus puasa (tidak berdagang) selama dua bulan,” imbuhnya.

Panuju Triangga/CN39/SMNetwork

Sumber

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *