Laporan Hasil Penelitian Ombudsman Award 2014

Pada tahun 2014 ini adalah genap satu dekade (sepuluh tahun) inisiasi kelembagaan Ombudsman Daerah Istimewa Yogyakarta. Payung hukum pelembagaan berdasarkan pada Surat Keputusan Gubernur DIY no. 134 tahun 2004 merupakan tonggak lahirnya Ombudsman inisiatif daerah ini. Dalam rentang sepuluh tahun perjalanan kelembagaan LOD DIY, banyak hal yang telah dilalui bersamaan dengan silih bergantinya keanggotaan komisioner sampai tiga periode berjalan.Desain kelembagaan sebagai Executive Ombudsman bukan tanpa alasan, sekaligus memiliki tantangan dan hambatan. Apalagi cita-cita dan semangat awal pembentukan lembaga ini adalah menciptakan tata kelola pemerintahan daerah yang baik dan bersih. Cita dan semangat ini tentunya harus berhadapan dengan patologi birokrasi yang terjadi.Sehingga, kehadiran LOD DIY dengan segenap kelebihan dan kekurangannya jikalau dikatakan berhasil melakukan perubahan tentu memerlukan penjelasan lebih jauh.

Desain kelembagaan LOD-DIY yang memiliki tugas, fungsi dan kewenangan untuk melakukan pengawasan pelayanan publik serta menindaklanjuti pengaduan dalam bentuk rekomendasi perbaikan yang bersifat hanya mengikat secara moral tentunya tidak cukup kuat sebagai bekal daya dorong perubahan. Oleh karenanya, keberhasilan LOD DIY sebagai tempat cerminan kinerja aparatur birokrasi merupakan katalisator adanya perubahan. Itikad baik atau good will dari penyelenggara pelayanan publik lah yang menentukan terjadinya perubahan. Bagi birokrasi yang kurang memahami tugas dan fungsi lembaga Ombudsman, citra LOD DIY sering identik dengan lembaga yang mencari-cari masalah dan kesalahan dari mereka. Padahal bila ditempatkan sebagai mitra kerja, kinerja LOD DIY akan sangat membantu peningkatan kualitas dan performa aparatur dalam memberikan pelayanan kepada publik. Imagi sebagai lembaga punishment/’pemberi hukuman’ bagi aparatur pemerintahan yang terlanjur melekat pada lembaga Ombudsman tentunya sangat sulit dipungkiri. Namun seiring dengan gagasan untuk memberikan ruang apresiasi terhadap aparatur pemerintah yang sudah berkinerja baik sebagaimana diatur dalam UU No. 25/2009 tentang Pelayanan Publik. Maka komisioner LOD DIY pada periode ketiga (2012-2014) ini bersepakat untuk mencoba membuka ruang apresiasi secara kelembagaan terhadap mereka para aparatur dan instansi yang telah berkinerja baik dalam koridor tindak lanjut dari penanganan pangaduan dan pelaksanaan rekomendasi dari LOD DIY melalui Ombudsman Award (Anugerah Ombudsman) tahun 2014. Setidaknya ada beberapa alasan atas diselenggarakannya Ombudsman Award ini. Pertama, ruang apresiasi secara kelembagaan LO DIY melalui Ombudsman Award ini merupakan salah satu bentuk peran serta masyarakat dalam penyelenggaraan pelayanan publik sebagai mandat dalam Perda DIY No. 2014. Kedua, Ombudsman Award ini akan menciptakan sebuah arena kompetisi bagi aparatur dan instansi pemerintah dalam memberikan pelayanan terbaiknya. Ketiga, Selain arena kompetisi dalam berkinerja, melalui Ombudsman Award ini akan menciptakan arena pembelajaran bersama (horizontal learning) antar pemerintah daerah. Keempat, Ombudsman Award ini sekaligus menjadi ajang pembuktian kinerja Ombudsman itu sendiri, sebab keberhasilan penyusunan rekomendasi Ombudsman ditentukan seberapa jauh rekomendasi yang dikeluarkan LOD dapat ditindak lanjuti oleh suatu instansi/unit kerja pemerintahan.

Rangkaian kegiatan penganugerahan Ombudsman Award tahun 2014 ini tentunya membutuhkan sebuah kajian secara internal namun objektif dalam menentukan kriteria dan menilai kinerja dan keberhasilan perubahan/perbaikan yang dicapai. Oleh karenanya, kelompok kerja (pokja) penelitian dan pengembangan LOD DIY menyelenggarakan serangkaian aktivitas penelitian terhadap kasus-kasus yang sudah masuk menjadi laporan di LOD, yang berhasil ditangani, serta ditindaklanjuti rekomendasinya selama periode keanggotaan komisioner LOD ketiga (2012-2014).

Selengkapnya

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *