Laporan LOD DIY Tahun 2013

Isu utama dalam sistem demokrasi saat ini adalah bagaimana orientasi pemerintah dalam menjalankan fungsi dan tanggungjawabnya terhadap pelayanan kepada warganya. Tanggung jawab negara (state responsibility) ini tentu dalam bingkai reformasi, menjadi titik pembeda dan penggeser paradigma (paradigm shift) dari paradigma lama yang bercorak authoritarianisme yang terkesan absolut, “angker”, top down, ekslusif, represif dan sebagainya menuju paradigma baru yang berorientasi pada pelayanan publik menuju kepuasan warga masyarakat dengan model pelayanan yang lebih bersifat egaliter, responsif, transparan serta membuka ruang partisipasi bagi warga dalam menjalankan amanat pemerintahan yang diemban menuju pemerintahan yang mensejahterakan warganya (state welfare).

Namun pada perjalanannya semangat reformasi yang telah diusung bersama dengan ditandainya semangat reformasi birokrasi di semua jajaran dan kelembagaan masih saja menyisakan banyak persoalan yang dihadapi. Budaya birokrasi yang telah lama menjadi tradisi (living tradition) seperti perilaku arogansi, merepresentasikan diri sebagai penguasa bukan pelayan, dan sebagainya sebagaimana paradigma lama, bukan hanya langsung berubah dengan ditandainya semangat reformasi birokrasi namun butuh proses yang yang bersifat evolutif. Kenyataan semacam ini bukan hanya terjadi dalam bingkai sistem pemerintahan eksekutif (meminjam teorinya trias politica montesquieu) namun juga terjadi di pemerintahan legislatif maupun yudikatif. Sebagai upaya menjawab check and balances untuk mengikis dan mengurangi sisi absolutisme kekuasaan maka teori pemerintahan dengan kekuatan keempat (fourth power) meminjam istilahnya GH. Addink adalah kebutuhan untuk menjawab bagaimana pemisahan kekuasaan (separation of power) yang telah ada selama ini belum mampu menjawab kebutuhan sistem pemerintahan yang terbuka serta bersih dan bebas dari korupsi, kolusi dan nepotisme serta berorientasi pada pelayanan publik. Maka keberadaan lembaga sampiran Negara seperti Lembaga Ombudsman Daerah (LOD) menjadi salah satu alat bantu di daerah untuk menjawab persoalan persoalan di atas.

Lembaga Ombudsman Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta (LOD DIY) dalam usianya yang telah sembilan tahun semakin dikenal oleh kalangan masyarakat DIY sebagai lembaga resmi yang dibentuk oleh Gubernur DIY untuk menindaklanjuti pengaduan yang disampaikan oleh warga masyarakat. Salah satu mandat utama LOD DIY adalah melakukan fungsi pengawasan terhadap aparatur negara penyelenggara pelayanan publik untuk mendorong terwujudnya pelayanan publik yang berkualitas bagi semua warga tanpa ada diskriminasi serta untuk mendorong dan mempercepat terwujudnya clean and good governance di DIY.

Sebagai salah satu lembaga sampiran negara (state auxiliary Institution) yang berpihak pada perlawanan terhadap segala bentuk mal-administrasi, LOD DIY bukan hanya sekedar lebih dikenal warga masyarakat untuk saat ini namun juga lebih dari itu saat ini masyarakat lebih merasakan manfaat kehadirannya terbukti dengan semakin meningkatnya jumlah pengaduan yang disampaikan melalui LOD DIY dari tahun ke tahun. Semakin tinggi atau meningkatnya pengaduan menandakan bahwa warga masyarakat semakin percaya terhadap keberadaan LOD DIY dalam menindaklanjuti laporan.

Ada beberapa hal yang telah dilakukan pada tahun ke-9 ini. Salah satu hal yang pokok adalah penguatan kelembagaan dalam mendukung fungsi pengawasan pelayanan publik di DIY dengan mendukung dan memberikan masukanmasukan terhadap kebijakankebijakan yang ada di daerah dengan senantiasa membangun sinergitas kelembagaan bersama multistakeholders. Baik dari kalangan pemerintahan eksekutif maupun dari kalangan legislatif. Selama tahun 2013 LOD DIY membangun komunikasi yang intensif dengan beraudiensi dengan Gubernur DIY begitu juga dengan Anggota DPRD DIY. Hal ini dilakukan untuk membangun komunikasi dan silaturrahim yang kondusif untuk menyelesaikan berbagai persoalan yang selama ini banyak dihadapi baik persoalan kelembagaan, trend pengaduan masyarakat serta inovasiinovasi yang bisa dilakukan bersama untuk mewujudkan DIY menjadi lebih baik.

Selengkapnya

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *