Laporan Triwulan 3 Tahun 2014 LOD DIY

Pada Laporan triwulan ketiga tahun 2014 ini ada beberapa agenda kegiatan yang telah dilakukan. Secara umum kegiatan pada triwulan ketiga ini lebih pada upaya upaya untuk mendorong bagaimana proses penyelesaian kasus serta pendataan dokumen-dokumen terkait produk hukum Lembaga Ombudsman Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta (LOD DIY) bisa didokumentasikan dengan baik dan lebih sistematis.

Sebagai bentuk pertanggungjawaban atas mandat yang diberikan Gubernur DIY melalui Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 21 Tahun 2008, LOD DIY senantiasa hendak menyampaikan perkembangan serta dinamika trend kasus yang ditangani LOD DIY secara langsung kepada Gubernur DIY melalui permohonan audiensi. Serta bagaimana mendorong keterlibatan para penyelenggara penyedia layanan publik terutama dari berbagai Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) bisa lebih bersemangat untuk membangun kebersamaan dalam melayani kepentingan publik sebagai bagian dari tanggung jawabnya. Namun sampai saat ini permohonan audiensi belum bisa dipenuhi karena satu dan lain hal. Serta LOD DIY berupaya untuk  mendorong agar trend kasus yang ditangani oleh LOD DIY selama ini bisa diolah, diteliti serta dianalisa menjadi sebuah kajian penelitian serta bisa dituliskan dalam jurnal LOD DIY yang harapannya bisa menjadi sebuah rujukan serta model dalam penanganan kasus yang mempunyai kesamaan dalam persoalan-persoalan yang sedang ditangani di masa yang akan datang.

Pada triwulan ketiga ini sebenarnya secara kelembagaan LOD DIY telah melakukan evaluasi terkait dengan sistem layanan pengaduan via sms gateway. Dari hasil evaluasi ada beberapa hal yang menjadi perbaikan yakni masalah-masalah teknis sistem softwarenya yang perlu diperbaiki untuk mengkodifikasi setiap sms pengaduan yang masuk. Juga terkait interkonkesi dengan lembaga penyedia layanan di Pemerintah Daerah DIY untuk mendorong bagaimana setiap pengaduan yang masuk melalui sms gateway di LOD DIY bisa didorong untuk disampaikan kepada penyedia layanan yang dimaksud.

Pada triwulan ketiga ini ada beberapa sinergitas kelembagaan yang dibangun antara LOD DIY dengan lembaga yang lain. Diantaranya pada awal Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB), LOD DIY bersinergi dengan Ombudsman Republik Indonesia (ORI) Perwakilan DIY membuat stand bersama di Taman Pintar Kota Yogyakarta khusus untuk pengaduan bagi warga masyarakat terkait dengan pelayanan PPDB di DIY. Selain itu LOD DIY juga bekerja sama dengan LSM Idea membangun sinergitas untuk melakukan fungsi pengawasan terhadap 4 (empat) aspek di bidang pendidikan yakni masalah dana BOS, sertifikasi guru, Bantuan Siswa Miskin (BSM) dan anggaran pendapatan dan belanja sekolah. Selain itu bersama lembaga-lembaga yang lain seperti Lembaga Ombudsman Swasta (LOS) DIY, Integritas, Komisi Informasi Provinsi (KIP) DIY bersama membangun sinergi melakukan pengawasan terhadap barang dan jasa di DIY. Terkait bagaimana pengadaan barang antara vendor (penyedia barang dan jasa) dengan pimpinan proyek serta dari pihak pemerintah yang biasanya melakukan pelelangan.

Selama triwulan ketiga, trend kasus yang paling banyak diadukan adalah masalah pendidikan (6 kasus), bidang kesehatan (6 kasus), bidang perijinan (5 kasus), bantuan sosial (3 kasus) serta kasus-kasus lain terkait dengan pertanahan serta kebijakan desa dan lain sebagainya. Di bidang pendidikan masih banyak sekolah di tingkat dasar dan menengah melakukan pungutan melebihi batas kemampuan wali murid serta kasus guru honorer yang diperlakukan secara sewenang-wenang oleh kepala sekolah dan lain sebagainya. Di bidang kesehatan juga masih banyak persoalan-persoalan jaminan kesehatan bagi warga masyarakat serta pelayanan rumah sakit terhadap warganya.

Bidang penanganan laporan sedang mengupayakan sebuah database yang disebut dengan LOD Docs (LOD Documentations) untuk menjadi sistem basis data bagi setiap pengaduan yang masuk di LOD DIY yang harapannya menjadi pendataan terpadu terkait dengan bidang-bidang pengananan di LOD DIY khusunya, begitu juga umumnya untuk data-data yang lain baik penelitian pengembangan maupun kesekretariatan. Database ini dirancang untuk memudahkan semua pihak terutama personalia LOD DIY dan akses bagi semua warga masyarakat atas kemajuan serta dinamika laporan yang masuk di LOD DIY. Selain itu program audit sosial juga telah dilakukan dengan melibatkan beberapa lapisan masyarakat serta pemerintah agar mempunyai semangat dalam melakukan perubahan pelayanan publik yang lebih baik.

Pokja bidang penelitian dan pengembangan juga sedang mengupayakan  untuk melakukan kajian analisis dan olah data yang masuk di LOD DIY untuk menjadi sebuah penelitian yang bisa terdokumentasikan yang tujuannya untuk membantu proses-proses penyelesaian kasus-kasus untuk masa yang akan datang di LOD DIY serta menarasikan dalam sebuah tulisan jurnal sebagai inovasi yang telah selama ini lakukan sebagai trend kasus yang lebih bersifat sistemik.

Sedangkan Pokja bidang sosialisasi dan penguatan jaringan telah melakukan sosialisasi baik secara langsung kepada warga masyarakat maupun melibatkan lembaga pemerintahan. Beberapa waktu yang lalu LOD DIY mengajak SKPD di lingkungan Kabupaten Kulon Progo untuk mendiskusikan terkait pelayanan publik di DIY.

Sedangkan untuk kesekretariatan, semua surat masuk maupun surat keluar selalu diarsip dan didelegasikan sesuai dengan disposisi pimpinan LOD DIY. Dalam hal sarana prasarana ada  salah satu kendala yang cukup dikhawatirkan sebenarnya terkait sarana prasarana yaitu torn air yang telah mengalami pengroposan karena telah berkarat. Hal tersebut telah diusulkan melalui Biro Hukum Setda DIY dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DIY untuk diperbaiki atau diganti namun hingga saat ini belum ada tindak lanjut. Serta pada triwulan ini ada pergantian staff keamanan disebabkan staff keamanan terdahulu yakni Sdr. Heru Santoso mengundurkan diri dan digantikan oleh Sdr. Ediyono sebagai staff keamanan yang baru.

Selengkapnya

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *