LOD DIY Buka Posko Pengaduan

JOGJA – Bekerjasama dengan Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) DIY, Lembaga Ombudsman Daerah (LOD) DIY berencana memperluas jangkauan pelayanannya dengan membuka posko-posko perwakilannya di sejumlah kabupaten.

Letter of intend rencana pembukaan posko ini telah ditandatangani Ketua LOD DIY, Mohammad Hasyim dengan Direktur Eksekutif Walhi Yogyakarta, Suparlan di Kantor LOD DIY, Selasa (20/4). Diharapkan dengan kerjasama ini masyarakat dapat dengan mudah mengadukan jika ada instansi pemda yang bekerja tidak sebagaimana mestinya.

Hasyim mengakui jika selama ini LOD DIY lebih banyak menerima laporan dari masyarakat perkotaan seperti Sleman dan Kota Yogyakarta. Sedangkan dari Kulonprogo dan Gunungkidul sangat sedikit, hal ini tak lepas dari jauhnya jarak yang harus ditempuh masyarakat setempat jika ingin melapor ke LOD DIY.

“Tapi dengan adanya laporan posko LOD ini diharapkan bisa menjangkau masyarakat pedesaan di DIY,” katanya. Walhi dipilih sebagai rekan kerjasama karena LSM lingkungan hidup ini selama ini memang telah mempunyai jaringan kerja hingga ke tingkat kecamatan.

LOD DIY sendiri rencananya akan mendirikan posko-posko tersebut khususnya di daerah-daerah yang minim akses komunikasi seperti di Kecamatan Pakem di Kabupaten Sleman, Kecamatan Jetis, Bantul, di Kecamatan Temon, Kulonprogo, serta di Baron, Gunungkidul.

Dengan dibukanya posko di sejumlah daerah ini dimaksudkan agar dapat mengikis jarak antara LOD DIY dengan masyarakat pinggiran kota. Pasalnya selama ini laporan masyarakat dari luar Kota Yogyakarta yang masuk ke LOD terbilang sangat sedikit. Tahun lalu saja Hasyim mengaku hanya menerima 11 laporan kasus dari Kulonprogo dan satu kasus dari Bantul.

Sementara Suparlan berharap kerjasama dengan LOD DIY ini akan mempermudah pelaksanaan program advokasi lingkungan yang selama ini diupayakan. “Dengan kerja sama ini semoga Walhi bisa semakin jauh melaksanakan program penyadaran lingkungan, bukan hanya untuk masyarakat tapi juga untuk pembuat kebijakannya,” tuturnya.

Walhi Yogyakarta sengaja memilih LOD DIY sebagai mitra kerjasama, dengan pertimbangan selama ini Walhi menilai LOD DIY terbukti independen dalam hal mencari pemecahan masalah. Menurutnya LOD terlihat lebih mengutamakan win-win solution dalam pemecahan masalah.

Hasyim menambahkan, meski bekerjasama dengan Walhi, namun masyarakat yang datang ke posko tidak harus melaporkan masalah yang berkaitan dengan lingkungan. Tapi juga dapat melaporkan aduan masalah pendidikan, layanan kesehatan atau permasalahan lainnya. Ia mengatakan tahun lalu LOD DIY hanya menerima tiga laporan terkait lingkungan, namun demikian laporan perizinan (12 laporan) dan pertambangan (satu laporan) juga dapat dikategorikan sebagai permasalahan lingkungan. (c13/rat)

Sumber: Bernas Jogja (Metro Jogja), Rabu 21 April 2010 Halaman 1 Kolom 5

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *