Masuk Agenda Penyelidikan Kejari

Minggu Depan Komisi A Panggil Tim 9

SLEMAN – Ada perkembangan baru seputar kasus tukar guling tanah kas Desa Sinduadi. Kini, Kejaksaan Negeri (Kejari) Sleman siap melakukan penyelidikan atas kasus tersebut.

“Bila memang belum ada lembaga penegak hukum yang menangani, kita siap menangani kasus itu. Kita segera adakan penyelidikan,” tukas Kepala Kejari Sleman Anthony Soediarto SH MHum di kantornya, kemarin.

Dikatakan, kesiapan menyelidiki tukar guling tanah kas desa seluas 3,3 hektare sebagai bentuk respon kejaksaan. Pasalnya, sejak beberapa waktu ini, kasus tukar guling itu telah menjadi perbincangan publik.

Karena itu, jaksa kelahiran Pati, Jawa Tengah ini, memutuskan untuk bersikap proaktif. Bentuknya, Anthony memerintahkan tim intelejen di instansinya turun ke lapangan guna mencari dan mengumpulkan data-data yang diperlukan.

Selain itu dia juga bergiap-siap memanggil pihak-pihak yang berkompeten dengan masalah tersebut. Mantan Aspidsus Kejati Sulawesi Tenggara ini juga menginformasikan, sejak beberapa hari ini pihaknya selalu intens mengikuti perkembangan kasus Sinduadi.

Apalagi, sejak Lembaga Ombudsman Daerah (LOD) DIJ ikut menyoroti kasus tersebut. Setelah LOD cawe-cawe, Anthony mengaku semakin bersemangat. “Kita akan tindaklanjuti termasuk  bila mana ada data-data yang pernah disampaikan LOD,” tegasnya.

Sementara itu, setelah sempat beberapa kali tertunda, Komisi A Dewan Sleman memastikan akan memanggil panitia pelepasan tanah kas Sinduadi ke dewan. Panitia pelepasan yang popular dengan istilah Tim 9 itu dipanggil guna dimintai keterangan terkait sejumlah keganjilan yang mengemuka dibalik masalah tukar guling tersebut.

Diantaranya, menyangkut soal kepastian tanah pengganti yang disebut-sebut justru berada di luar Desa Sinduadi, yakni di Dusun Kayen, Desa Condongcatur, Depok. “Kita akan adakan pemanggilan pada Rabu (23/11) mendatang,” ujar Wakil Ketua Komisi A Sadar Narimo SH, kemarin.

Kader Pan ini juga mengatakan, selama ini pihaknya selalu memonitor perkembangan kasus tersebut. Bahkan, dia mengaku siap bersinergi dengan LOD DIJ. Baginya, pantauan yang dilakukan LOD sangat membantu kerja dewan dalam mengawasi penegakan peraturan perundang-undangan.

Dewan, lanjut Sadar, juga bakal mempertanyakan izin pembangunan perumahan Bale Agung yang dibangun PT Formula Land di atas tanah kas desa tersebut. Alasannya, bila mengacu penjelasan Bupati Ibnu Subiyanto, mulai 2005 ini lokasi pembangunan perumahan hanya dibatasi di Kecamatan Depok. Sedangkan lokasi Bale Agung terletak di kecamatan Mlati.

“Kita akan mempertanyakan konsistensi dari kebijakan yang diambil bupati. Apakah hal itu ditaati oleh anak buahnya.” (kus)

Sumber: Radar Jogja, Kamis 17 November 2005

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *