Memprihatinkan, Lorong Bawah Rel KA Kulur Jadi Sungai

TEMON – Jalan lorong bawah rel kereta api di Desa Kulur, Kecamatan Temon memperlihatkan kondisi memprihatinkan.

Kendati sudah selesai dibangun pada 2012 lalu, sarana transportasi tersebut kurang berfungsi maksimal.

Kondisi lain terlihat seperti sungai menggenang. Secara sepintas, terowongan mirip sebuah lorong jembatan lantaran genangan air sampai pada perlintasan rel kereta api. warga setempat kini memanfaatkannya menjadi sarana pemancingan.

“Setiap kali musim hujan selalu jadi genangan. Kami khawatir akan menjadi sumber perkembangbiakan nyamuk”

“Sekarang banyak ikannya. Karena airnya menggenang,” ujar Budi Pratomo, 42, warga Dusun Polodadi, Desa Kulur, Kecamatan Temon saat ditemui Harian Jogja, Selasa (15/4).

Dia menyayangkan kondisi lorong yang tidak berfungsi secara maksimal. Menurut dia, setiap kali turun hujan, sarana itu selalu penuh air.

Budi melihat ada kebocoran pada dinding-dinding cor lorong sehingga air hujan selalu merembes. Sementara saluran pembuangan tidak bisa maksimal mengatasi genangan air.

Warga setempat mengatasi genangan air dengan cara menyedot dengan pompa diesel.

“Butuh waktu tiga sampai empat hari untuk mengatasi genangan air ini agar bisa dilalui,” tandasnya.

Sukamto, 45, warga lain khawatir genangan air menjadi ancaman bagi kesehatan warga setempat. Ancaman yang dia khawatirkan terkait masalah genangan air berpotensi menjadi perkembangan jentik nyamuk.

“Setiap kali musim hujan selalu jadi genangan. Kami khawatir akan menjadi sumber perkembangbiakan nyamuk,” ujarnya. (Arif Wahyudi)

Sumber: Harian Jogja, Kamis 17 April 2014

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *