Merasa Kantongi Izin,Pembangunan Hotel Amaris Malioboro Tetap Dilanjutkan

Jun 28, 2015 | cahyo sj

Keadaan Bangunan BWB di Jalan Pajeksan Lokasi Hotel Amaris Malioboro Sebelum Dirobohkan (cahyo)

Jogja, (sorotjogja.com) – Lembaga Ombudsman DIY merekomendasikan agar pembangunan Hotel Amaris Malioboro di Jalan Pajeksan, Sosromenduran, Gedongtengen, Jogja  dihentikan. Proyek pembangunan hotel tersebut telah merobohkan sebuah bangunan yang ditetapkan Pemkot Jogja sebagai Bangunan Warisan Budaya (BWB) dengan Surat Keputusan (SK) Wali kota Jogja dengan Nomor 798/Kep/2009.

Meski begitu, pemilik dan pengembang Hotel Amaris Malioboro, Eko Bimantoro menegaskan jika pembangunan itu akan tetap berlanjut. “Kami tetap akan melanjutkan, soalnya kami sudah mengantongi izin lengkap dari Pemkot,” ujar Eko, Minggu (28/6/2015).

Izin pembongkaran, pembangunan hotel dan pemugaran BWB di Jalan Pajeksan nomor 16, 14, 12 dan 10, Jogja itu telah turun tertanggal 10 April 2015 kemarin. Surat tersebut ditandatangani langsung oleh Wali kota Jogja, Haryadi Suyuti dengan Nomor 430/1126.

“Kami sudah mengantongi izin resmi yang lengkap. Kami bisa menghentikan jika Pemkot Jogja yang meminta menghentikan. Tapi kemarin saya baca dari koran Wali kota tidak mau menghentikan,” ungkapnya.

Eko juga menyayangkan sikap Pemkot Jogja terkait polemik BWB di Jalan Pajeksan ini. Pasalnya dari mulai proses pembelian, sosialisasi hingga perobohan tidak ada baik dari perangkat desa, kecamatan maupun pihak pemkot yang memberitahu jika di kawasan tersebut terdapat bangunan yang dilindungi.

Proses sosialisasi bertempat di Gedung Serba Guna Pajeksan, dengan diikuti sebanyak 55 orang masyarakat dan aparat setempat pada 14 Desember 2013 silam. Kemudian selang dua hari, yaitu 16 Desember 2013 dilakukan perobohan bangunan.

“Saat perobohan bangunan juga tidak ada yang memberi tahu kalau itu adalah BWB. Seharusnya, camat atau pihak yang mengetahui ya menegur,” ungkapnya.

Setelah lebih dari satu tahun berselang, yaitu pada awal Februari 2015 barulah pihak Hotel Amaris Malioboro mendapatkan surat rekomendasi dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan terkait bentuk arsitektur BWB rumah Tjan Bian Thiong. Surat itu turun dengan nomor 430/1165 tertanggal 19 Desember 2014. “Ini ada apa? Padahal satu tahun berselang itu tidak ada apa-apa. Saya malah merasa dijebak,” ungkap Eko.

Sumber

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *