Pemegang KMS Bisa Nikmati Sekolah Negri

PENDIDIKAN

YOGYAKARTA, KOMPAS – Para calon murid di kota Yogyakarta yang berasal dari keluarga kurang mampu dan memiliki Kartu Menuju Sejahtera, tahun ini memiliki kesempatan yang lebih besar untuk mengenyam pendidikan di sekolah negeri. Pemerintah Kota Yogyakarta melalui Dimas Pendidikan telah mengalokasikan kuota 10-25 persen pada masing-masing jenjang.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta Syamsuri, dalam jumpa pers, senin (4/5), mengemukakan kuota yang diperuntukkan bagi pemegang Kartu Menuju Sejahtera (KMS) 25 persen dari daya tampung untuk SMP, 10 persen untuk SMA, dan 20 persen untuk SMK.

Membesarnya peluang bagi pemegang KMS untuk belajar di sekolah negeri tak lepas dari masuk berbagai pihak. Syamsuri mengakui salah satu usulan itu di lontarkan DPRD kota agar pemerintah kota lebih mengakomodasi siswa yang berasal dari kelas ekonomi bawah. Pendaftaran bagi pemegang KMS sendiri dilakukan 20-30 Juni mendatang.

“Tahun ini kesempatan pemegang KMS lebih besar. Tahun-tahun sebelumnya, mereka dicampur dengan warga yang tidak memiliki KMS atau warga kaya. Sehingga, banyak warga kurang mampu kalah dan tidak bisa mengenyam pendidikan di sekolah negeri,” tutur Syamsuri.

Sebagai gambaran masih minimnya anak pemegang KMS yang belajar di sekolah negeri dapat dilihat pada tingkat SMA. Dari 11 SMA ngeri yang ada di Yogyakarta, jumlah pemegang KMS hanya 93 anak. Pemimpin Pelaksanaan Teknis Kegiatan PPDB Rachmad mengutarakan jumlah pemegang KMS untuk SMA ini akan dinaikkan menjadi 255 anak.

“Jika sebelumnya mereka bersaing dengan anak orang kaya. Maka, tahun ini mereka akan bersaing dengan sesama pemegang KMS agar bisa masuk ke sekolah negeri,” ujar Rachmat. Mengingat kuota yang diberikan tidak terlalu banyak, Dinas Pendidikan mengingatkan masyarakat untuk pandai-pandai memilih sekolah. Jangan sampai mereka terakumulasi di satu sekolah, sedangkan sekolah yang lain cenderung kosong.

Sama halnya dengan non-KMS, penerimaan peserta didik baru bagi pemegang KMS tahun ini dilakukan lewat sistem online. (WER)

Sumber: KOMPAS, Selasa, 5 Mei 2009

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *