Penataan Stasiun Dikeluhkan

Salah satu pedagang sedang merapikan dagangannya, kemarin. Beberapa kios yang ada di komplek Stasiun Wates terancam digusur oleh PT KAI sebagaimana konsep penataan kawasan yang diwacanakan untuk mendukung rencana pembangunan bandara di Kulonprogo.

KULONPROGO– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kulonprogo hingga saat ini masih belum tahu arah dan konsep penataan Stasiun Wates yang akan dilakukan oleh PT Kereta Api Indonesia (KAI). Rencana penataan dan penggusuran kios pedagang yang ada di kawasan Stasiun tidak dikomunikasikan.

“Arah penataan ini seperti apa, kami belum tahu. Tidak ada komunikasi dengan pemkab,” kata Kepala Dinas Koperasi dan UKM, Sri Harmintarti, kemarin. Pemkab baru tahu akan ada rencana penataan setelah para pedagang mengirimkan surat, untuk difasilitasi tempat penampungan sementara. Pemkab sendiri sudah mengundang para pedagang terkait dengan rencana penataan yang ada. Pemkab, siang kemarin juga melakukan inspeksi dan meminta penjelasan dari Kepala Stasiun Wates.

Hanya saja, mereka juga belum tahu arah penataan dan peruntukan kawasan nantinya seperti apa. Namun dari penjelasan yang ada peruntukan kawasan di depan stasiun ini bukan untuk kios pedagang. Menurut Harmintarti, lokasi yang dipakai oleh pedagang akan menjadi lokasi parkir. Itu sudah menjadi kebijakan dari PT KAI untuk mendukung rencana pembangunan bandara di Kulonprogo. “Rencananya akan ada KRL (Kereta Rel Listrik) menuju bandara, karena itu kawasan ini akan ditata,” katanya.

Pemkab akan segera mengundang PT KAI untuk mempresentasikan master plan Stasiun Wates. Termasuk konsep penataan mereka nanti seperti apa. Sehingga bagaimana arah dan penempatan pedagang ini bisa dicarikan solusi terbaik. “Penataan harus keseluruhan, tidak boleh parsial,” katanya. Perwakilan pedagang, Didik Purwanta, mengatakan hari ini pedagang akan diberikan uang tali asih untuk pembongkaran kios. Pembongkaran maksimal dilakukan sampai dengan akhir tahun nanti.

“Pedagang sekarang butuh tempat penampungan sementara dan bagaimana ke depan,” katanya. Pemkab Kulonprogo sudah menawarkan beberapa lokasi alternatif yang bisa ditempati. Hanya saja lokasi yang ada jauh dan kurang diminati. Pedagang ingin mereka tetap ditampung di sekitar Stasiun. “Selama ini yang jadi konsumen adalah penumpang, karena itu kami ingin di sekitar sini,” ucapnya. Pedagang berharap keberadaan mereka tetap tertampung dalam kawasan stasiun. Banyak pedagang yang menggantungkan hidupnya dari berjualan. Penataan harus bisa memberikan solusi, bukan malah menggusur. ●kuntadi

Sumber

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *