Petani Bantul Tolak Tambak Udang

Sejumlah petani warga Desa Srigading, Kecamatan Sanden, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, memasang spanduk yang bertuliskan penolakan atas pembangunan sejumlah tambak udang di enam lokasi jalan utama menuju pantai Sambas. Mereka khawatir tambak udang akan membawa dampak negatif bagi tanaman dan berpotensi menggusur lahan produktif untuk pertanian.

Suradi, salah seorang petani mengatakan, “uap air payau dari tambak udang membuat padi tidak tumbuh sempurna, sehingga hasil panen menurun.” Selain padi yang tidak tumbuh maksimal, kehadiran tambak-tambak udang juga menggusur lahan produktif pertanian.

Salah seorang pemilik lahan Sukomo, berpendapat, keberadaan tambak udang mengancam mata pencaharian petani setempat. “Keterbatasan kemampuan dana hanya akan membuat warga setempat menjadi penonton, sedangkan keuntungan akan dinikmati oleh investor besar,” kata Sukomo.

Ketua Kelompok Tani dan Nelayan Andalan (KTNA) Kabupanten Bantul Suroto sependapat, menurutnya, Kabupaten Bantul selama ini menjadi salah satu penyangga pangan untuk daerah DIY. Lahan yang diincar investor seluas 20 hektar merupakan lahan produktif yang memproduksi rata-rata 20ton beras per hektar. “Jadi berapa ton pasokan beras yang akan hilang setelah menjadi tambak udang?,” ujar Suroto.

Sebenarnya warga tidak mempermasalahkan pembangunan tambak udang, asal dilakukan di lahan kritis dan limbahnya dikelola dengan baik. Sehingga tidak mencemari daerah pertanian setempat.

8 April 2014 Ardi Nugraha

Sumber

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *