Press Release Bangunan Cagar Budaya

Press Release

Sehubungan dengan kasus perobohan Bangunan Cagar Budaya (BWB) Tjan Bian Tiong di Jln. Pajeksan No. 16 Yogyakarta, maka LO DIY telah melakukan investigasi, klarifikasi, koordinasi, gelar kasus, pencermatan, dan pengkajian terhadap permasalahan yang diadukan tersebut yang hasilnya sebagai berikut.

  1. Bahwa Pasal 15 ayat (2) Perda Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta No. 6 Tahun 2012 Tentang Pelestarian Warisan Budaya dan Cagar Budaya menyebutkan bahwa “ Warisan Budaya yang telah tercatat dalam Daftar Warisan Budaya Daerah selanjutnya diperlakukan sama dengan Cagar Budaya”. Dengan telah ditetapkan Bangunan Cina Tjan Bian Tiong sebagai Bangunan Warisan Budaya, maka keberadaan bangunan tersebut harus diperlakukan sama dengan Bangunan Cagar Budaya yang tidak bisa dilakukan perusakan baik seluruhnya maupun sebagian sesuai ketentuan Pasal 66 UU Nomor 11 Tahun 2010.
  2. Bahwa pembongkaran terhadap Bangunan Warisan Budaya Tjan Bian Thiong di Jln. Pajeksan No. 16 Yogyakarta merupakan bentuk perusakan. UU No. 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya Pasal 66 ayat (1) bahwa, “Setiap orang dilarang merusak cagar budaya baik seluruh maupun bagian-bagiannya, dari kesatuan, kelompok dan/atau dari letak asal”. Tindakan merobohkan/menghilangkan Bangunan Cina Tjan Bian Tiong sebagai Bangunan Warisan Budaya yang telah ditetapkan dengan Keputusan Wali Kota Yogyakarta nomor 798/KEP/2009 merupakan tindakan yang dilarang oleh UU No. 11 Tahun 2010.
  3. Bahwa Pembongkaran atas Bangunan Warisan Budaya sebagaimana dimaksud tidak memiliki ijin pembongkaran dari instansi yang berwenang, sebagaimana yang dikehendaki oleh Pasal 50 Jo Pasal 51 UU No. 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya; Jo Pasal 23 Ayat (1), Ayat (2) dan Ayat (3)  Jo Pasal 29 ayat (1), ayat (5), ayat (6), ayat (7) Peraturan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta No.  62 Tahun 2013 Tentang Pelestarian Warisan Budaya dan Cagar Budaya.
  4. Bahwa sesuai Peraturan Daerah Kota Yogyakarta No. 2 Tahun 2012 tentang Bangunan Gedung Pasal 58 ayat (1) “IMB diterbitkan apabila telah memenuhi persyaratan administrasi dan persyaratan teknis,” ayat (3) “Persyaratan teknis sebagaimana ayat (1) terdiri dari: huruf d. “Terhadap bangunan cagar budaya, bangunan yang berada dikawasan cagar budaya dan bangunan yang berada pada garis sempadan sungai memerlukan rekomendasi/surat keterangan dari instansi teknis yang berwenang”.  Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Yogyakarta dalam memberikan rekomendasi/surat keterangan terkait IMB pendirian Hotel Amaris Malioboro Jln. Pajeksan No. 16 hanya merekomendasi arsitektur bangunan, rekomendasi tidak terkait dengan adanya bangunan Cina Tjan Bian Tiong sebagai salah satu Bangunan Warisan Budaya yang telah ditetapkan oleh Pemerintah Kota Yogyakarta. Terkait hal tersebut untuk penerbitan IMB dalam proses rekomendasi dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Yogyakarta tidak melibatkan TP2WB Kota Yogyakarta.
  5. Berdasar atas hal di atas, maka LO DIY berkesimpulan adanya mal administrasi yang dilakukan Pemerintah Kota Yogyakarta dalam menerbitkan IMB Hotel Amaris Malioboro di Jalan Pajeksan No. 10 Kota Yogyakarta yang berada di Persil Hak Guna Bangunan No. 439 yang berasal dari 4 persil dengan No. 148, 149, 150 dan 170. Empat persil itu semula berada pada Jalan Pajeksan Nomor 10, 12, 14, dan 16. Sebab, penerbitan IMB Hotel Amaris Nomor 0226/GT/2014 pada tahun 2014 tersebut tidak menyertakan pemberian Izin Rekonstruksi Bangunan Warisan Budaya (BWB) di Jalan Pajeksan No. 10, 12,14, dan 16 Kota Yogyakarta. Penerbitan Pemberian Izin Rekonstruksi oleh Wali Kota Yogyakarta No. 430/1126 perihal Pemberian Izin Rekonstruksi Bangunan Warisan Budaya (BWB) di Jalan Pajeksan No. 16, 14, 12, dan 10 Kota Yogyakarta terbit pada tanggal 10 April 2015 yang lebih dahulu terbit IMB Hotel Amaris Nomor 0226/GT/2014 pada tahun 2014 di mana bangunan BWB Tjan Bian Tiong telah di robohkan/sudah tidak ada bangunan BWB. Semestinya, Izin Rekonstruksi oleh Walikota Yogyakarta dikeluarkan sebelum diterbitkan IMB Hotel Amaris Maliooboro.
  6. Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Yogyakarta dalam melakukan kajian teknis dalam rangka penerbitan rekomendasi seharusnya sejak awal melibatkan Tim Pertimbangan Pelestarian Warisan Budaya (TP2WB) Kota Yogyakarta. Namun faktanya dalam kajian rekomendasi persyaratan perijinan IMB Dinas Pariwisata dan Kebudayaan tidak melibatkan TP2WB sebagai bagian unsur penting.
  7. Dalam penerbitan Rekomendasi dan Surat Keputusan oleh instansi teknis ditemukan adanya tiga subyek hukum yang berbeda, yaitu PT Bumirejo Mulyo Lestari, Perusahaan Hotel Amaris Malioboro, dan Bpk. Eko Bimantoro selaku perorangan.

Untuk itu, Lembaga Ombudsman Daerah Istimewa Yogyakarta memberikan rekomendasi kepada:

Walikota Yogyakarta

  1. Untuk membangun kembali Bangunan Warisan Budaya Tjan Bian Thiong sesuai dengan ketentuan UU Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya, Peraturan Daerah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta Nomor 6 tahun 2012 tentang Pelestarian Warisan Budaya dan Cagar Budaya, Peraturan Gubernur DIY Nomor 62 Tahun 2013 tentang Pelestarian Cagar Budaya, Peraturan Daerah Kota Yogyakarta Nomor 2  Tahun 2012 tentang Bangunan Gedung sebagai bentuk pelestarian khazanah budaya dan pendidikan;
  2. Pemerintah Kota Yogyakarta untuk mensosialisasikan keberadaan Bangunan Warisan Budaya dan/atau Bangunan Cagar Budaya di wilayah Kota Yogyakarta sampai tingkat RT/RW serta memberi tanda pada bangunan tersebut;
  3. Persyaratan rekomendasi dari instansi teknis (Dinas Pariwisata dan Kebudayaan) terkait ijin bangunan di kawasan cagar budaya harus dilakukan pencermatan dan kajian yang mendalam dengan melibatkan TP2WB, dan stakeholder terutama kaitan dengan Bangunan Warisan Budaya/Bangunan Cagar Budaya, Arsitektur Bangunan, dan Tata Ruang

Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta

Memohon kepada Sri Sultan Hamengkubowono X selaku Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta untuk mengambil langkah-langkah dan tindakan atas mal administrasi yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Yogyakarta sesuai dengan kewenangan dan peraturan perundang-undangan.

Yogyakarta, 21 September 2015

Ketua LO DIY

Sutrinowati, S.H

Download Press Release

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *