Sampah Bukan Warisan

Seorang penduduk yang berprofesi sebagai pengumpul barang bekas diantara tumpukan sampah di TPA Piyungan saaf LO DIY melakukan investigasi (28/8)

 

Volume sampah dipengaruhi oleh jumlah penduduk, aktivitas, dan gaya hidup. Pemerintah daerah memberlakukan berbagai kebijakan untuk mengatasi permasalahan sampah sebagai bentuk tanggung jawab pelayanan publik . Permasalahan sampah berasal dari berbagai sisi, yaitu sisi hilir (masyarakat), proses (pengelola sampah) dan hulu (TPA). Penerapan sistem 3R (Reuse, Reduce, dan Recycle) menjadi salah satu solusi untuk mengurangi jumlah sampah dari sisi hilir (masyarakat) dengan tujuan menjaga lingkungan di sekitar yang murah dan mudah untuk dilakukan di samping mengolah sampah menjadi kompos atau memanfaatkan sampah menjadi sumber listrik (Pembangkit Listrik Tenaga Sampah).

Kawanan ternak diantara tumpukan sampah di TPA Piyungan, saat LO DIY melakukan investigasi (28/8)

Selain itu, penerapan 3R ini juga dapat dilakukan oleh setiap orang dalam kegiatan sehari-hari. 3R terdiri dari Reuse, Reduce, dan Recycle. Reuse berarti menggunakan kembali sampah yang masih dapat digunakan untuk fungsi yang sama ataupun fungsi lainnya. Reduce berarti mengurangi segala sesuatu yang mengakibatkan sampah dan Recycle berarti mengolah kembali (daur ulang) sampah menjadi barang atau produk baru yang bermanfaat.

Kondisi terakhir TPA Piyingan saat LO DIY melakukan investigasi (28/8)

Kontributor: Fajar Wahyu Kurniawan, S.IP – Ketua Bidang Monitoring dan Evaluasi | Nurul Lutfhiana Shinta Arifin Putri, S.IP – Asisten Bidang Sosialisasi, Kerjasama dan Penguatan Jaringan

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *