Semakin Banyak Tenaga Kerja Mengadu ke Ombudsman DIY

Sejumlah pencari kerja menyerahkan berkas lamaran pekerjaan saat digelar bursa kerja di Semarang, Jateng, Selasa (27/9/2016). (JIBI/Solopos/Antara/R. Rekotomo)

Jumat, 30 Desember 2016 13:55 WIB | Holy Kartika N.S/JIBI/Harian Jogja

Semakin banyak tenaga kerja di DIY mengadu ke Ombudsman DIY

Harianjogja.com, JOGJA- Tahun ini terjadi pergeseran aduan di Lembaga Ombudsman DIY pada bidang swasta. Pada bidang ini, aduan tentang sektor ketenagakerjaan mengungguli sektor keuangan. Jumlah aduan untuk sektor ketenagakerjaan di tahun 2016 mencapai 49 kasus, tahun sebelumnya mencapai 40 kasus.

Kepala Bidang Pelayanan dan Investigasi LO DIY, Hanum Aryani mengungkapkan terdapat pergeseran kasus, di mana tahun lalu aduan sektor keuangan lebih banyak daripada sektor ketenagakerjaan.

“Perkembangan ekonomi, pembangunan dan masuknya era perdagangan bebas, memberi dampak yang luar biasa pada sektor ketenagakerjaan. Ada modus eksploitasi tenaga kerja di sini,” beber Hanum, Kamis (29/12/2016).

Kasus-kasus yang banyak terjadi, di antaranya seperti penahanan ijazah tenaga kerja oleh pelaku usaha. Kasus ini cukup banyak diadukan dan merupakan persoalan yang cukup pelik. Pasalnya, belum ada sistem yang tegas untuk mengantisipasi praktik penahanan ijazah tersebut.

Selain itu,juga persoalan tentang kontrak kerja yang tidak sesuai, pemberian upah di bawah upah minimum hingga persoalan jaminan sosial yang tidak diperoleh sejumlah tenaga kerja.

“Penyelesaiannya selama ini masih dilakukan dengan mediasi saja. Paling menarik adalah penahanan ijazah yang bahkan praktiknya juga dilakukan oleh pengusaha kecil di bidang kuliner atau pada sales,” imbuh Hanum.

Editor: Nina Atmasari | dalam: Kota Jogja

Sumber

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *