Soal Cagar Budaya Digusur jadi Hotel, Kata Pemkot Jogja: Berharap Segera Selesai

Agu 19, 2015 | rizal sj

Keadaan Bangunan BWB di Jalan Pajeksan Lokasi Hotel Amaris Malioboro Sebelum Dirobohkan (cahyo)

Jogja, (sorotjogja.com) – Selasa (18/8/2015) perwakilan dari Pemerintah Kota Jogja mendatangi Kantor Lembaga Ombudsman Yogyakarta di Jalan Tentara Zeni Pelajar dalam rangka memberi klarifikasi soal maladministrasi pembangunan Hotel Amaris di Jalan Pajeksan. Hal tersebut sesuai dengan permintaan Lembaga Ombudsman Yogyakarta yang ingin meminta klarifikasi langsung dari Walikota Jogja, Haryadi Suyuti.

Namun sayang dalam pertemuan yang dijanjikan pukul 10.00 WIB tersebut Walikota Jogja, Haryadi Suyuti tidak dapat hadir langsung. Pihak Pemerintah Kota Jogja sendiri diwakilkan oleh Asisten 1 Walikota Jogja Ahmad Fadli, Kepala Bagian Hukum Sekretariat Daerah Kota Jogja Basuki Hari Saksono, dan beberapa stafnya.

Dalam pertemuan tersebut Lembaga Ombudsman Yogyakarta yang diwakili oleh Wakil Ketua Mohammad Saleh Tjan dan Komisioner Bidang Kerjasama Jaringan Imam Santoso meminta klarifikasi sekaligus mempertanyakan bagaimana Pemkot Jogja bisa meloloskan proyek pembangunan Hotel Amaris. Padahal hotel tersebut berdiri atas bangunan warisan budaya rumah Tjan Bian Hiong yang dilindungi oleh Surat Keputusan Walikota Jogja nomor 798/Kep/2009.

“Kita mempertanyakan komitmen Pemkot Jogja untuk melindungi bangunan warisan budaya yang ada di Jogja. Jangan sampai ini menimpa bangunan sejarah lainnya. Lalu kami juga kecewa kenapa Pak Haryadi Suyuti tidak langsung bertemu kami. Namun perwakilan yang datang sudah menjalin komitmen siap menjadi representatif dari Walikota Jogja yang berhalangan hadir,” ujar Saleh Tjan.

Imam Santoso pun menuntut agar pihak Pemkot Jogja menghargai hasil investigasi Lembaga Ombudsman Yogyakarta yang berbentuk rekomendasi. Imam menjelaskan bahwa rekomendasi Lembaga Ombudsman Yogyakarta harus diperhitungkan sebagai bentuk pelayanan publik Jogja yang mulai resah dengan hilangnya bangunan cagar budaya menjadi bangunan modern.

“Secepatnya hasil investigasi ini akan kami keluarkan awal September 2015 mendatang. Pihak Pemkot Jogja sudah menyatakan penyesalannya soal pengabaian penghentian sementara pembangunan hotel tersebut. Kalau saja surat yang kami layangkan tanggal 3 Juni 2015 tersebut segera ditanggapi mungkin kasus ini sudah selesai sekarang,” jelas Imam.

Sementara itu pihak Pemkot Jogja sendiri hanya menjawab singkat soal aduan yang dilayangkan oleh Elanto Wijoyono kepada Lembaga Ombudsman Yogyakarta sejak akhir tahun 2014 tersebut. “Ya kita berharap kasus ini segera selesai,” pungkas Asisten 1 Walikota Jogja Ahmad Fadli.

Sumber

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *