Sultan Lantik Anggota LOS dan LOD

“LOD dan LOS dibentuk pemerintah sebagai saluran resmi masyarakat untuk melakukan pengaduan dan pelaporan mengenai pelayanan publik yang tidak memuaskan”

Anggota  Lembaga Ombudsman Daerah (LOD) dan Lembaga Ombudsman Swasta (LOS) DIY periode 2012-2015 dikukuhkan, Selasa (10/1) pagi, di Gedhong Pracimosono, Kepatihan. Kepada para anggota baru LOD dan LOS tersebut, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X meminta agar asistensi dalam memberikan kontribusi positif benar-benar nyata.

“Semua itu demi penyelenggaraan negara yang bersih, jujur, transparan, akuntabel, dan bebas korupsi, kolusi, serta nepotisme. Independensi anggota harus dijaga, sehingga masyarakat bisa mempercayai ombudsman dalam menindaklanjuti segala laporan. Pelatihan peningkatan kemampuan perlu dilakukan supaya para anggota menjadi semakin profesional dan terpercaya,” tegas Sultan.

Anggota LOD periode 2012-2015 yang dikukuhkan adalah Ratna Mustikasari, Buyung Ridwan Tanjung, Eko Agus Wibisono, Muchsin Achmad, dan Siwi Dwi Lestari Dian Kustanti. Sementara untuk anggota LOS, yaitu Siti Rochmani, Siti Umi Achiroh, Nur Syahbani Purnama, Slamet, dan Lukman Firdausi.

Sultan melanjutkan, perlu disadari bersama bahwa masyarakat saat ini semakin cerdas dan kritis terhadap pelayanan yang disediakan pemerintah. Terlebih, UU No. 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah menuntut pemerintah daerah untuk mengejawantahkan suatu pemerintahan yang berorientasi kepada pelayanan publik.

“LOD dan LOS dibentuk pemerintah sebagai saluran resmi masyarakat untuk melakukan pengaduan dan pelaporan mengenai pelayanan-pelayanan publik yang dinilai tidak atau kurang memuaskan. Lewat laporan tersebut, akan ada mekanisme kontrol, sehingga ke depan diharapkan ada upaya perbaikan dan peningkatan kualitas pelayanan sekaligus meminimalkan penyalahgunaan wewenang,” ujar Sultan.

Diharapkan pula, anggota LOD dan LOS yang dikukuhkan dapat terus menjalankan tugas dan wewenang sesuai aturan. Kredibilitas di mata masyarakat sebagai lembaga yang terpercaya, edukasi terhadap masyarakat menengah ke bawah, digadang-gadang supaya dipertahankan. (igy)

Sumber : Tribun Jogja Rabu 11  Januari 2012 Halaman 9

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *