Tambak Udang: Bupati Bantul Marah

BANTUL – Bupati Bantul Sri Surya Widati mengaku geram terkait dengan pembukaan lahan tambak udang yang terus terjadi di pesisir selatan. Ia juga mengancam segera menutup tambak yang berdiri di area gumuk pasir.

“Saya sudah tegaskan tambak baru dilarang, kenapa masih dibuka. Tidak boleh ada tambak baru,” tegas Bupati dengan nada berang.

Ida, sapaan akrabnya, mengatakan, sudah ada kesepakatan antara Pemkab Bantul dengan para petambak untuk tidak membuka lahan baru. Bahkan dirinya mengaku sudah mengerahkan Petugas Satuan Pamong Praja (Satpol PP) untuk berkeliling memantau perkembangan tambak di wilayah pesisir.

Hal itu dilakukan karena saat ini, pemkab tengah menata kawasan pesisir selatan Bantul. Penataan tersebut menyangkut, zonasi yang diperbolehkan untuk tambak, wisata, pertanian hingga lingkungan.

Pembukaan tambak, kata Ida, hanya diperbolehkan jika memenuhi perizinan. “Kecuali yang sudah terlanjur membangun kami beri waktu sampai balik modal, setelah itu harus ditutup,” ujarnya, Selasa (10/6).

Bupati juga marah saat tahu bila lebih dari lima hektare lahan tambak menerabas kawasan gumuk pasir yang merupakan kawasan konservasi. Ia meminta petugas segera menutup tambak yang menerabas gumuk pasirtersebut. “Tolong itu yang mengenai gumuk pasir ditutup saja, harusnya itu enggak boleh, itu kawasan yang dilestarikan,” kata Ida menginstruksikan kepada Sekda Bantul Riyanto yang berdiri di hadapannya.

Sejatinya, kata dia, Pemkab sudah berupaya menghentikan pembangunan tambak di kawasan pesisir termasuk di area gumuk pasir. Satpol PP bahkan, menurut dia, sudah dikerahkan menghentikan alat berat yang digunakan untuk membangun tambak. Ida juga meminta pemerintah aparat desa turut aktif mengawasi aktivitas tambak di kawasan pesisir.

Sekda Bantul Riyantono mengatakan secepatnya aktivitas tambak udang di gumuk pasir ditutup. Pemerintah akan berkoordinasi dengan aparat pemerintah desa setempat. “Kami akan berkoordinasi dengan lurah juga secepatnya akan kami tutup,” jawab Toni sapaan akrabnya.

Sumber: Harian Jogja, Kamis 12 Juni 2014 Halaman 6

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *