Tim 9 Saling Lempar Tangung Jawab

Soal Surat Sekda yang Bermasalah

SLEMAN – Ada peristiwa menarik dari rapat kerja Komisi A dengan Tim 9 terkait kasus tukar guling tanah kas Desa Sinduadi, kemarin. Antar pejabat yang duduk di Tim 9 ternyata tak kompak.

Mereka saling melempar tanggung jawab. Hal ini terjadi saat mereka ditanya perihal surat jawaban Sekda Sleman Sutrisno kepada Lembaga Ombudsman Daerah (LOD) DIJ yang belakangan diketahui bermasalah. “Kalau soal surat itu coba tanyakan ke sekretariat daerah. Jangan ke saya,” elak Kepala BPN Kantor Pertanahan Sleman Sukamto, usai rapat kerja.

Di hadapan anggoto Komisi A, Sukamto menggungkapkan dasar tukar guling tak hanya didasarkan pada Keputusan Gubernur DIJ No 32/IZ/2003 tertanggal 29 Oktober 2003. Diakui, ketika tukar guling direalisasikan, izin gubernur itu telah habis masa berlakuknya. Meskipun begitu, izin itu kemudian diperpanjang hingga tiga kali. Terakhir, izin dari gubernur itu berlaku hingga April 2005.

Lucunya, perpanjangan surat izin gubernur itu tidak ikut ditulis dalam surat jawaban Sekda kepada LOD. Dalam surat nomor 143/02304 tertanggal 31 Oktober lalu, Sutrisno sama sekali tak menyebutkan soal perpanjangan izin hingga berapa kali.

Akibat tidak dicantumkannya perpanjangan dari gubernur, Wakil Ketua LOD DIY Budi Santoso SH LLM menilai ketika tukar guling terjadi, izin gubernur itu telah kadaluarsa. Alasannya, izin itu hanya berlaku setahun hingga 2004. Sedangkan tukar guling terjadi pada 2005. (kus)

Sumber: Radar Jogja, Kamis 24 November 2005

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *