Tower Bersama Tunggu SKB Empat Menteri

WATES – Menindaklanjuti rencana menggabungkan tower atau menara operator telepon seluler,saat ini Pemkab Kulonprogo masih menunggu turunnya Surat Keputusan Bersama (SKB) 4 Menteri yaitu Menteri Dalam Negeri, Menteri Kominfo, Mentri PU serta BPKB.

Kepala Dinas Perhubungan dan Teknologi Kulonprogo Drs Rosadudin mengatakan hal itu kepada Bernas jogja Kamis kemarin di kantornya.

“Kami baru saja menghadiri rapat di Jakarta membahas masalah tersebut. Pada intinya Mendagri mengirimkan surat kepada para gubernur dan bupati, yang isinya agar menyikapi program penggabungan tower bersama telepon seluler, Pemkab berpedoman kepada SKB 4 Menteri yang segera akan beredar,” katanya. Dengan demikian meski diakui di Kulonprogo ada beberapa pihak ingin menggarap program tower bersama ini, maka Pemkab belum akan berbuat apa-apa.

“Kalau masalah perizinan silahkan saja berjalan. Namun kepastian nanti bagaiman selanjutnya kami belum dapat memberikan jawaban. Karena ya itu tadi menunggu SKB 4 Menteri tadi,”ujar Rosadudin.

Sebenarnya lanjut Rosadudin, Kulonprogo sudah menyiapkan draf SK Bupati yang akan menjadi pedoman pelaksanaan tower bersama. Namun demikian karena muncul informasi terbaru masalah tersebut, akibatnya draf dipending terlebih dahulu.

Setelah datang SKB 4 Menteri, baru akan diikuti dikeluarkan SK Bupati sebagai pedoman operasional pelaksanaan tower bersama.

Dikatakan juga, di Kulonprogo hingga saat ini ada sekitar 80 tower  telepon seluler dari berbagai operator. Sementara ini juga sudah masuk beberapa pihak yang ingin menggarap program tower bersama tersebut.

Sedangkan mengenai pelaksanaannya akan dilakukan secara bertahap. “Yang jelas tidak tergesa-gesa. Apalagi saat ini sedang dilakukan Pemilu instruksi dari pemerintah pusat pelaksanaan penggabungan tower dilakukan usai Pemilu agar tidak mengganggunya,” ujar Udin.

Sambil menunggu SKB 4 Menteri tersebut, dikatakan tidak dapat berbuat lain kecuali ia hanya menghimbau alangkah baiknya bila operator yang akan membangun menara sebaiknya bergabung saja dengan operator yang lain. Agar investasinya tidak terlalu tinggi. (wid)

Sumber: BERNAS JOGJA, Jumat, 3 April 2009

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *